Minggu, 11 Juni 2017

Peng. Animasi dan Desain Grafis

Tugas Softskill
Peng. Animasi dan Desain Grafis












Nama Kelompok :
*  Fitria Utami
*  Singgih Kurniawan Putra
*  Yohanes Satrio
*  Tri Pramudita Erlangga
*  Dennis Indra Maulana


Cara membuat brosur menggunakan Microsoft Publisher

1. Pertama

Langkah awal yaitu kita harus membuka Microsoft Publisher 2013 terlebih dahulu. Dengan cara Klik Start => pilih All Program => pilih Microsoft Office => lalu pilih Microsoft Publisher 2013. Berikut ini adalah contohnya.


Setelah itu maka Microsoft Publisher 2013 akan terbuka seperti gambar di bawah ini :





2. Kedua

Langkah kedua yaitu apabila Microsoft Publisher 2013 telah terbuka seperti gambar di atas, maka kita harus memilih dan klik bentuk brosur dengan nama “Brochures”. Maka akan muncul banyak sekali pilihan tema brosur yang dapat dipilih.


3. Ketiga

Langkah ketiga yaitu kita harus memilih salah satu tema brosur yang kita inginkan dan yang sesuai dengan kebutuhan kita.




Apabila telah memilih tema, maka kita harus mengklik “CREATE” agar dapat membuka halaman brosur yang baru.


4. Keempat

Langkah keempat yaitu apabila halaman brosur yang baru telah terbuka seperti gambar di bawah ini, brosur terdiri dari 2 bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang brosur. Maka kita harus mengedit halaman depan terlebih dahulu dengan memberi nama pada kolom Judul yang ada pada gambar di bawah ini.


Setelah kita memberi nama Sekolah / Perusahaan / Instansi yang kita pilih, maka hasilnya akan seperti contoh berikut.


Maka hasilnya akan seperti di bawah ini :




Jumat, 05 Mei 2017

pengenalan software microsoft publisher dan easy media creator


TUGAS Kelompok - 1

Peng. Animasi & Desain Grafis

Pengenalan Software

-         Mic Publisher &Easy Media Creator







KELAS : 3KA17

Anggota Kelompok 8 :

-   Dennis Indra Maulana          12114704

-   Fitria Utami                           14114345

-   Singgih Kurniawan P            1A114294

-   Tri Erlangga                           1A114282

-   Yohanes Satrio                      1C114443

UNIVERSITAS GUNADARMA

2017

1.            Easy Media Creator


A.   Definisi Software Easy Media Creator

Software Roxio Easy Media Creator merupakan salah satu software pemroses media CD/DVD terpopuler, bersaing ketat dengan software Nero. Fasilitas pemrosesan data video dan file image (foto digital) dari software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE lebih baik daripada software Nero 7.8.50 (versi soft ware terbaru pada waktu buku ini dibuat). Modul Drag-to-Disc dari software Roxio Easy Media Creator dapat memproses media CD/DVD secara lebih baik jika dibandingkan dengan modul InCD dari software Nero. Software Nero menyediakan modul Nero BackItUp yang dapat membentuk cadangan (backup) data secara akurat, bahkan dapat membentuk cadangan data sistem komputer secara mudah dan cepat. Untuk proses Backup, software Roxio Easy Media Creator harus mengakui kekalahannya.

Pada Versi 5, software ini berubah namanya menjadi Roxio Easy CD & DVD Creator. Perubahan tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi yang memperkenalkan media baru yang diberi label DVD (Digital Versatile Disc). Pada saat itu, software tersebut didistribusikan oleh Roxio, Inc.

Pada versi 7, software ini berganti nama menjadi Roxio Easy Media Creator. Software yang semula dibentuk untuk menangani peralatan CD/DVD Writer saja telah berkembang hingga dapat memproses berbagai data multimedia. Pada saat ini, perkembangan software tersebut telah mencapai Versi 9. Anda dapat memakai Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE untuk meningkatkan kinerja sistem komputer multimedia yang menggunakan sistem ope- rasi Windows 2000, XP, hingga Vista. Sejak versi 7, software tersebut didistribusi oleh Sonic Solutions tanpa mengubah namanya.

Melalui software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE, kita dapat memproses berbagai data dan menyimpannya pada media CD-R (Compact Disc–Recordable), CD-RW (Compact Disc-ReWritable), DVD+R (Digital Versatile Disc–Recordable), DVD+RW (Digital Versatile Disc–ReWritable), DVD-RAM (Digital Versatile Disc–Random Access Memory), hingga BD (Blu-ray Disc). Melalui software tersebut, kita juga dapat memproses berbagai data audio/video, bahkan file image (foto digital).     

Software Roxio Easy Media Creator 9 Suite XE dapat memproses data video dari berbagai sumber (peralatan) dan membentuk Video CD, SVCD, hingga DVD-Video. Software tersebut juga dapat dipergunakan untuk memproses data audio, misalnya konversi format data audio.

B.  Cara menggunakan software Roxio Easy Media Creator

Untuk menggunakan Roxio / Adaptec Easy CD Creator 4.x, 5.x dan 6.x

1)      Jalankan software Easy CD Creator.

2)      Klik file

3)      Klik NEW DATA CD.

4)      Klik Buat CD dari CD Image.

5)      Klik pada kotak dropdown Files of type dan pilih ISO Image Files (* .ISO).

6)      Browse ke lokasi dan pilih file .ISO yang Anda buat dari Symantec Ghost Boot Wizard

7)      Klik Buka.

8)      Pada kotak dialog CD Creation Setup, pastikan Metode Write diatur ke CD Disc-At-Once dan Close.

9)      Pilih kecepatan tulis yang diinginkan dan buat pilihan, jika diinginkan.

10)  Klik OK.

Untuk menggunakan Roxio Easy Media Creator 7.x

1)      Luncurkan Creator Classic.

2)      Klik file

3)      Klik Burn dari file Disc Image.

4)      Browse ke lokasi dan pilih file .ISO yang Anda buat dari Symantec Ghost Boot Wizard.

5)      Klik Buka.

6)      Pilih Sekarang untuk Burn.



C.  Alasan menggunakan software Roxio Easy Media Creator

Terdapat sedikitnya lima alasan mengapa memilih menggunakan software Roxio Easy Media Creator, yaitu :

1)      Fasilitas creator classic yang andal,

2)      Utility drag-to-disc yang pintar,

3)      Fasilitas proses video yang berkualitas,

4)      Fasilitas proses file image (foto digital) yang lengkap,

5)      Dan disk copier yang dapat membuat duplikat berbagai media cd/dvd dengan mudah dan cepat.

Terdapat dua alasan mengapa tidak puas dengan software Roxio Easy Media Creator 9 Suite, yaitu:

1)      Fasilitas pencadangan data,

2)      Dan pemrosesan data audio yang minim.



D.  Fasilitas-fasilitas yang terdapat di dalam Roxio Easy Media Creator

1)      Home

Untuk informasi pemakaian modul Roxio Creator 9 Suite XE (Welcome), daftar aplikasi dan utility yang disediakan sistem (Applications), dan ber- bagai informasi lainnya yang dapat diakses melalui jaringan internet (Re- sources).

Pada bagian Welcome, sistem juga menampilkan daftar fasilitas yang se- ring/umum digunakan, khususnya pada bagian Most Frequent Tasks.

2)      Audio

Untuk memproses data audio. Misalnya, membentuk Audio CD, MP3 Disc, konversi Audio CD ke format MP3 atau format populer lainnya, merekam data suara dari peralatan tertentu, memodifikasikan data audio, dan lain sebagainya.

3)      Backup

Untuk membentuk cadangan (backup) data/informasi yang ada pada sis- tem komputer Anda.

4)      Copy

Untuk proses duplikasi berbagai media CD/DVD.

5)      Data

Untuk memproses Data Disk, termasuk format disk lainnya.

6)      My Media

Untuk menyajikan ulang data audio/video/image secara mudah dan cepat.

7)      Photo

Untuk memproses suatu file image (foto digital). Anda juga dapat membentuk Slideshow dari berbagai file image secara mudah dan cepat.

8)      Video

Untuk memproses data video. Misalnya, membentuk DVD-Video/BDAV (Blu-ray Disc–Audio/Visual), merekam data video dari peralatan tertentu, memodifikasikan data video, dan lain sebagainya

9)      Tools

Untuk utility lainnya. Misalnya, utility penghapus data pada suatu disk, menampilkan informasi suatu media, memproses label disk, Disk Image (Virtual Drive), dan lain sebagainya







2.             Microsoft Publisher





A.           Definisi

Microsoft Publisher adalah salah satu program aplikasi microsoft office yang digunakan untuk kegiatan desktop publishing. Hasil dari Desktop Publishing contohnya koran, katalog, brosur, majalah, kartu ucapan, poster, mading, kalender dan lain lain.

Kenapa menggunakan microsoft publisher ? bukannya kita bisa juga menggunakan ms word dan ms powerpoint ?

Kita memang bisa membuat majalah menggunakan ms word, dan kita juga bisa membuat kartu ucapan dengan menggunakan microsoft powerpoint. Tapi fitur yang ditawarkan tidaklah lengkap karena memang aplikasi tadi tidak dikhususkan untuk dekstop publishing. Berbeda dengan Microsoft Publisher yang dari namanya saja sudah jelas, publisher(penerbit). Aplikasi ini memang dikhususkan untuk kegiatan desktop publishing.

Dalam aplikasi Microsoft publisher, sudah tersedia berbagai macam template. Sehingga bila kita ingin membuat suatu karya, hanya tinggal memilih template yang sudah disediakan, lalu mengeditnya sesuai dengan kemauan kita.

Tidak banyak orang yang menggunakan Ms Publiser. Padahal aplikasi ini memiliki banyak manfaat, kita ambil contoh salah satunya yaitu membuat mading (majalah dinding). Saya sering menjumpai mading yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan menulisnya di kertas binder lalu ditempel, atau dengan memotong sebagian berita di koran/majalah. Padahal jika menggunakan Ms Publisher, mading dapat menjadi lebih bagus, menarik, bermakna dan pastinya lebih mudah dan praktis karena Ms Publisher memiliki banyak template.

Saat ini, versi terbaru dari microsoft publisher adalah microsoft publisher 2016, sebagai penerus dari versi sebelumnya yaitu ms publisher 2010 dan ms publisher 2007.



B.     Sejarah

Sejarah Microsoft publisher berawal dari tahun 1991. Jika dibandingkan dengan keluarga Microsoft office lainnya, Microsoft publisher yang termuda. Kala itu Microsoft publisher masih memiliki banyak kekurangan. Keterbatasan itu menyebabkan dekstop publishing Microsoft ini sedikit tertinggal dibanding kompetitornya.Dengan kondisi seperti itu, Microsoft tentu tidak berdiam diri mereka pun segera memperbaiki publisher. Hasilnya, Microsoft publisher memiliki segudang kemampuan yang tak ada digenerasi sebelumnya. Bahkan Microsoft publisher 2007 telah mampu untuk menghasilkan output file PDF berkualitas dengan kemampuan embedded font.

C.    Fungsi Software

Fungsi atau kegunaan microsoft publisher adalah :

1)      Untuk membuat majalah

2)      Untuk membuat kalender

3)      Untuk membuat mading

4)      Untuk membuat kartu ucapan

5)      Untuk membuat brosur

6)      Untuk membuat poster

7)      Untuk membuat karya desktop publishing

8)      Dan untuk membuat segala karya desktop publishing.



D.    Interface

Berikut adalah bagian bagian interface yang ada pada page Microsoft Publisher

1)      Office Button
Tombol Office digunakan untuk menampilkan menu-menu atau perintah yang berhubungan dengan dokumen, seperti: membuat dokumen baru, membuka dokumen, menyimpan dokumen, mencetak dokumen dan lain-lain.

2)      Quick Acess Toolbar
Quick Acess Toolbar merupakan bagian yang berisi icon-icon yang digunnakan untuk mempercepat akses sebuah perintah.

3)      Tab Menu
Bagian yang menunjukkan menu-menu yang berhubungan dengan perintah untuk mengolah dokumen.

4)      Title Bar
Bagian yang menunujukkan nama dari sebuah dokumen. Terdapat pada bagian teratas jendela Microsoft Publisher.

5)      Ribbon
Bagian yang berisi perintah-perintah dari sebuah menu. Setiap ribbon yang muncul berbeda-beda tergantung dari menu yang dipilih.

6)      Format Publication
Bagian yang menampilkan beberapa pilihan pemformatan publisher, baik itu Page Option, Color Scheme, Font Scheme dan lain-lain.

7)      Horizontal Scroll  Bar
Bagian yang digunakan untuk menggeser layar ke bawah atau untuk menuju ke halaman selanjutnya.



E.     Menu

Berikut adalah menu-menu yang terdapat pada program Microsoft Publisher

1)      File
Untuk membuka menu File, tekan tab Home lalu akan muncul beberapa perintah.

2)      Edit
Untuk membuka menu Edit, tekan tab Edit lalu akan muncul perintah mengedit data.

3)      View
Untuk membuka menu View, tekan tab View lalu akan muncul perintah untuk memunculkan perintah.

4)      Insert
Untuk membuka menu Insert, tekan tab Insert lalu akan muncul beberapa perintah penyisipan objek.

5)      Format
Untuk membuka menu Format, tekan tab Format lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan atau pengubahan tampilan.

6)      Tools
Untuk membuka menu Tools, tekan tab Tools lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan atau pengubahan pengejaan kata.

7)      Arrange
Untuk membuka menu Arrange, tekan tab Arrange lalu akan muncul beberapa perintah pengaturan tampilan gambar.

8)      Table
Untuk membuka menu Table, tekan tab Table lalu akan muncul beberapa perintah untuk menyisipkan tabel





F.     Kelebihan & Kelemahan

Kelebihan Microsoft Publisher adalah sebagai berikut :

1)      Dapat Membuat Karya Desktop Publishing dengan mudah

2)      Tersedia berbagai macam template

3)      Tersedia berbagai macam efek untuk mengedit gambar

4)      Karya dapat dicetak dan disimpan ke berbagai format

5)      Karya dapat dikirim lewat email atau diconvert menjadi HTML

6)      Karya yang dibuat dapat langsung disimpan di online storage dan dapat diakses kapan saja, dan dimana saja



Secara garis besar, kelemahan MS. Publisher adalah sebagai berikut:



Kelemahan program dari Microsoft ini hanya satu, program ini tidak open source/gratis. Untuk menggunakan Microsoft Publisher 2016 ini anda harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak, yaitu Rp. 2.099.999.

Tetapi dengan cara yang curang anda bisa menggunakan software ini dengan Cuma-Cuma hanya dengan download saja crack an nya.

1)      Hasil output jarang dijadikan acuan oleh Perusahaan Printing dan Internet.

2)      Sinergi (Perpaduan) dengan program selain milik Microsoft terbatas.

3)      Ukuran Kertas/Field terbatas, untuk desain Banner, batas ukurannya adalah 609,6 cm, atau 6 meter.

4)      Secara awam, keberadaan softwere ini di Indonesia belum setenar softwere desain grafis lainnya yang terdahulu, sehingga pengguna software ini hanya sebatas dari kalangan desainer.

5)      Penggunaan software ini hanya sebatas untuk mendesain saja. Dengan kata lain, software ini tidak memiliki fungsi penggunaan yang multi ganda seperti yang dimiliki Microsoft Office Word 2007.

6)      Sebagai sebuah software desain, software ini memiliki kekurangan yang sangat fatal. Yakni software ini tidak memiliki tools, seperti yang di milikicorel draw










Jumat, 31 Maret 2017

1. Solid Drawing
Kemampuan menggambar sebagai dasar utama animasi memegang peranan yang menentukan “baik proses maupun hasil” sebuah animasi, terutama animasi klasik. Meskipun kini peran gambar yang dihasilkan sketsa manual sudah bisa digantikan oleh komputer, tetapi dengan pemahaman dasar dari prinsip ‘menggambar’ akan menghasilkan animasi yang lebih ‘peka’. Sebuah obyek/gambar dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik sebuah obyek (volume, pencahayaan dan konsistensi kualitas gambar/bentuk/karakter).

2. Timing & Spacing
Grim Natwick, seorang animator Disney pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak.
Contoh Timing: Menentukan pada detik keberapa sebuah obyek/karakter berjalan sampai ke tujuan atau berhenti.
Contoh Spacing: Menentukan kepadatan gambar (yang pada animasi akan berpengaruh pada kecepatan gerak).


3. Squash & Stretch
Squash and stretch adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/action tertentu, sementara pada benda mati (misal : gelas, meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.
Contoh: ketika sebuah bola dilemparkan. Pada saat bola menyentuh tanah maka dibuat seolah-olah bola yang semula bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit lonjong horizontal, meskipun kenyataannya keadaan bola tidak selalu demikian. Hal ini memberikan efek pergerakan yang lebih dinamis dan ‘hidup’.

Contoh dalam film ketika Mickey Mouse terlihat sangat bersemangat ketika Donald dirubah menjadi pribadi yang tidak mudah marah, gerakan Mickey saat melompat kegirangan karna ia berhasil mengubah temannya disebut juga dengan squash and stretch.


4. Exaggeration
Exaggeration merupakan upaya mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat hiperbolis. Dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai bentuk ekstrimitas ekspresi tertentu dan biasanya digunakan untuk keperluan komedik. Seringkali ditemui pada film-film animasi anak-anak (segala usia) seperti Tom & Jery, Donald Duck, Mickey Mouse, Sinchan, dsb.


5. Slow In and Slow Out
Slow In dan Slow Out menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat. Contoh Slow In :


6. Appeal
Appeal berkaitan dengan keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi. Kita bisa dengan mudah mengidentifikasi gaya animasi buatan Jepang dengan hanya melihatnya sekilas. Kita juga bisa melihat style animasi buatan Disney atau Dreamworks cukup dengan melihatnya beberapa saat. Hal ini karena mereka memiliki appeal atau gaya tersendiri dalam pembuatan karakter animasi.


Ada juga yang berpendapat bahwa appeal adalah tentang penokohan, berkorelasi dengan ‘kharisma’ seorang tokoh atau karakter dalam animasi. Sehingga visualisasi animasi yang ada bisa mewakili karakter/sifat yang dimilkiki.
Contoh: Personality Mickey Mouse dalam film ketika bekerja sama dengan temannya Donald, ia dan temannya sering berakhir dalam kegagalan dan kesalahan. Meski begitu, Mickey terbukti menjadi yang paling dapat diandalkan dari yang lainnya, ia memiliki kontrol jauh lebih baik atas emosinya daripada Donald.


7. Arcs
Pada animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara ‘smooth’ dan lebih realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Sebagai contoh, Arcs ditunjukkan pada lintasan tangan saat melempar bola dan lintasan gerak bola di udara.


8. Anticipation
Anticipation boleh juga dianggap sebagai persiapan/awalan gerak atau ancang-ancang. Seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. Pada gerakan melompat, seseorang yang tadinya berdiri harus ada gerakan ‘membungkuk’ terlebih dulu sebelum akhirnya melompat.


9. Straight Ahead Action and Pose to Pose
Dari sisi resource dan pengerjaan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat animasi. Yang pertama adalah Straight Ahead Action, yaitu membuat animasi dengan cara seorang animator menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai seorang diri. Teknik ini memiliki kelebihan: kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang saja. Tetapi memiliki kekurangan yaitu waktu pengerjaan yang lama.

Yang kedua adalah Pose to Pose, yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/dilanjutkan oleh asisten/animator lain. Cara kedua ini memiliki waktu pengerjaan lebih cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya sehingga lebih cocok diterapkan pada industri animasi.

10. Staging
Staging dalam animasi meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene. Biasanya berkaitan dengan posisi kamera pengambilan gambar. Posisi kamera bawah membuat karakter terlihat besar dan menakutkan, kamera atas membuat karakter tampak kecil dan bingung sedangkan posisi kamera samping membuat karakter tampak lebih dinamis dan menarik.




11. Secondary Action
Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize untuk memperkuat gerakan utama.
Contoh: Ketika seseorang sedang berjalan, gerakan utamanya tentu adalah melangkahkan kaki sebagaimana berjalan seharusnya. Namun sambil berjalan ‘seorang’ figur atau karakter animasi dapat sambil mengayun-ayunkan tangannya. Gerakan mengayun-ayunkan tangan inilah yang disebut secondary action untuk gerakan berjalan.


12. Follow Through and Overlapping Action
Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah melompat. Overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping).


PENJELASAN
Saat pertama kali animasi ini berputar kita sudah mengetahui kalo Appeal dari animasi ini diproduksi dari amerika bukan jepang karna Solid Drawing dari kedua Negara tersebut dalam pembuatan animasi sangat lah jauh berbeda. Dilihat dari video ini sudah sangat lah sempurna dari Squash & Stretch, Exaggeration dan Anticipation.

Sumber: