Jumat, 06 April 2018

sistem informasi SDM


pengertian

Manajemen tenaga kerja adalah salah satu bidang manajemen yangmengkhususkan diri tentang ihwal yang berhubungan dengan faktor produksimanusia dengan segala aktivitasnya, baik dalam usaha perorangan, badan usaha,perusahaan, lembaga maupun instansi sehingga tenaga kerja tersebut dapatberdaya guna dan berhasil guna.



TUJUAN DALAM MENGELOLA TENAGA KERJA

            Dari permulaan harus dinyatakan bahwa tujuan manajemen tenaga kerja bukanlah untuk memaksimumkan prestasi. Sebaliknya tujuan manajemen tenaga kerja adalah untuk memaksimumkan prestasi di dalam kendala yang berlaku. Kendala kerap kali mencegah manajer tenaga kerja untuk melaksanakan pemecahan sosial, psikologis, atau lingkungan yang tidak diinginkan yang mungkin tidak diperlihatkan oleh tujuan prestasi itu sendiri.




            Pandangan lain tentang tujuan tenaga kerja adalah untuk mencapai prestasi yang memuaskan, bukan prestasi maksimum, Herbert Simon (1960) menyebut hal ini “pemuasan”. Prestasi yang memuaskan dapat diidentifikasikan sebagai tingkat prestasi yang memungkinkan organisasi bisa bertahan di dalam bisnis dan menarik orang, modal, dukungan pemerintah, dan langganan yang dibutuhkannya agar bisa bertahan hidup. Oleh sebab itu, prestasi yang memuaskan berkaitan dengan kelangsungan hidup jangka panjang dari organisasi, bukan dengan prestasi maksimum itu sendiri.



PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN TENAGA KERJA

1.                  Cocokkan pekerja dengan pekerjaan.

Prinsip ini mengandung arti bahwa seseorang dapat dipilih untuk suatu pekerjaan berdasarkan perbedaan dan preferensi individu akan pekerjaan.

2.                  Definisikan tanggung jawab pekerja secara jelas

Hal ini biasanya akan dilakukan melalui uraian tugas penulis atau perumusan tentang tujuan yang selalu dimutakhirkan.

3.                  Tetapkan standar prestasi

Apabila standar prestasi tidak ditetapkan, maka pekerja bisa menjadi bingung tentang tanggung jawab kerjanya dan terlalu tergantung pada penyelia.

4.                  Komunikasi harus ada dan karyawan harus terlibat

Gagasan tentang manajemen partisipatif (atau pelibatan karyawan) telah mendapat dukungan luas dari studi riset sebagai suatu cara untuk memperbaiki prestasi. Prestasi juga diperbaiki apabila terdapat komunikasi dua arah antara manajemen dan tenaga kerja.





5.                  Adakan pelatihan.

Pelatihan haruslah yang pertama dilakukan di dalam pekerjaan guna menjamin bahwa karyawan kompeten di dalam pekerjaan yang akan dilaksanakan sebelum mulai kerja.

6.                  Pastikan adanya penyeliaan yang baik

Seorang penyelia harus kompeten baik dalam keahlian teknologi maupun keahlian manajemen dan harus memiliki rasa adil dalam menghadapi orang.

7.                  Berikan imbalan kepada orang atas prestasinya.

Karena tanggung jawab utama manajer tenaga kerja adalah mencapai hasil, maka pemberian imbalan bagi prestasi merupakan metode utama untuk memotivasi orang terhadap sasaran. Imbalan bisa mencakup semua bentuk kompensasi (upah, promosi, status, tepukan di punggung dan sebagainya).

Tujuan utama manajer tenaga kerja haruslah prestasi (mutu, biaya, fleksibilitas, dan penyerahan). Kepuasan pekerja itu sendiri bukanlah tujuan utama tetapi kepuasan bisa dicapai bersamaan dengan prestasi.





Manajemen Tenaga Kerja (Kompetensi/keahlian & Suksesi)


A. Pengertian Subsistem Manajemen Tenaga Kerja Subsistem manajemen tenaga kerja adalah merupakan subsistem yang antara lain berhubungan dengan pengembangan SDM dalam hal ketrampilan dan pengetahuan, melalui pelatihan – pelatihan atau pendidikan. Dalam pembahasan kali ini berhubungan dengan keahlian, susksesi, dan relokasi.

B. Kompetensi / Keahlian Kompetensi merupakan salah satu syarat untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Seseorang yang memiliki kompetensi yang memadai akan memiliki rasa percaya diri, dan biasanya mampu memotivasi dirinya untuk melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya dengan baik.


Mendiknas melalui Surat Keputusan No. 045/U/2002 menyatakan bahwa kompetensi merupakan seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. Lebih lanjut dinyatakan bahwa elemen-elemen kompetensi meliputi:

-Landasan kepribadian.

-Penguasaan ilmu dan keterampilan. Kemampuan berkarya.

-Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai.

-Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan  pilihan keahlian dalam berkarya.










Subsistem Benefit





Subsistem Benefit

Mencakup berbagai aplikasi yang menukung baik pegawai yang masih bekerja maupun

telah pensiun. Aplikasi-nya meliputi : Defined Contribution.

Defined Benefit, Pembelian Saham dan pemrosesan Klaim.Umumnya aplikasi dalam

subsistem ini sangat rumit dan sukar dilaksanakan.

Berdasarkan Undang-undang No.11 Tahun 1992 penyelenggaraan dan bentuk program

dana pensiun dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

1. Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit), yang dilakukan oleh Dana

Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan

2. Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution) yang dilakukan oleh DPLK dan

DPPK.

Program Pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution)

a. Iuran ditentukan lebih dahulu baru dihitung manfaatnya.

b. Pada saat pensiun atau diakhir program, dana yang terkumpul akan dibelikan

anuitas seumur hidup ke Perusahaan Asuransi Jiwa

Anuitas adalah serangkaian pembayaran uang yang tetap jumlahnya dalam jangka

waktu tertentu.

Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit)

a. Manfaat Pensiun ditentukan lebih dahulu, baru kemudian diperhitungkan besar

iurannya.

b. Mengenal Past Service Liabilities (PSL) atau kewajiban untuk memenuhi kewajiban

masa lalu

c. Ada perhitungan aktuaria. (Aktuaria adalah ilmu yang mempelajari tentang

meminimalisasi resiko)

Manfaat fleksibel atau Flexible Benefit

Manfaat fleksibel atau flexible benefit merupakan program kombinasi antara asuransi

dan investasi dan memberikan fasilitas yang sangat fleksibel terhadap manfaat asuransi

maupun manfaat investasinya.







Subsistem Penggajian/Tunjangan

-Subsistem Penggajian/Tunjangan merupakan informasi tentang penggajian dan

kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus,

analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi.

-Fungsi Subsistem Penggajian/Tunjangan adalah:

Mengotomatiskan proses membayar dengan mengumpulkan data tentang waktu dan

kehadiran karyawan, menghitung berbagai potongan dan pajak, dan menghasilkan cek

pembayaran berkala dan laporan pajak karyawan



Bagi Perusahaan, sistem gaji yang telah ada bukan semata-mata hanya untuk

memenuhi Peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan Upah Minimum Regional

(UMR), tetapi yang lebih penting lagi yaitu untuk menciptakan “keseimbangan/

fairnesses” Hal ini biasanya timbul karena metode tersebut kurang sesuai dengan karakteristika

lingkungan Perusahaan yang ada di Indonesia dimana faktor-faktor yang berkaitan

dengan masa kerja dan pengakuan terhadap pengalaman kurang dipertimbangkan.

Selain itu aspek perlindungan dan kesejahteraan seperti pemberian asuransi,

program pensiun yang umumnya diberikan Perusahaan dan dikelola oleh Instansi lain,



Manfaat Sistem Penggajian

Manfaat sistem penggajian pada umumnya merupakan gabungan antara Tujuan

Manajemen Perusahaan dan harapan para Karyawan seperti antara lain:

a. Sebagai daya tarik bagi tenaga kerja yang diperlukan oleh Perusahaan.

b. Memelihara keberadaan Karyawan untuk tetap bergabung dengan Perusahaan.

c. Merupakan “imbalan/kompensasi” yang setimpal atas prestasi yang telah

diberikan Karyawan.

d. Mencerminkan adanya keadilan yang mendasari perhitungan pembayaran

imbalan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan perbedaan masing-masing

kontribusinya pada Perusahaan.

e. Tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah.

f. Tidak melebihi kemampuan keuangan Perusahaan, tetapi juga cukup atraktif

bagi perusahaan sejenis

Sedangkan manfaat khusus dengan sistem penggajian yang mendasarkan diri pada

“beban kerja” (work load) dan dilakukan pembobotan secara kuantitatif, maka akan

diperoleh manfaat antara lain :

· Terukur bagi setiap pekerjaan, karena masing-masing memiliki nilai/skor yang

ditentukan atau disepakati secara bersama-sama.

· Mudah dilakukan penyesuaian terhadap keadaan/perkembangan ekonomi

terutama atas terjadinya laju inflasi tahunan.

· Fair yaitu karena sebanding dengan karya individu yang disumbangkan untuk

tempat kerjanya.


referensi :http://winbiewimpie.blogspot.co.id/2015/05/konsep-manajemen-tenaga-kerja.html
                http://nindiwahyuni.blogspot.co.id/2014/04/bab-manajemen-tenaga-kerja.html

Senin, 05 Maret 2018

self description

hello my name dennis indra maulana, i live in south jakarta and i was born in jakarta 7 august 1996, i studied at campus gunadarma, my hobby is eat spicy food,sweet snack dan watching mystery movies like sherlock holmes.
I am elementary school in YASPORBI III, my junior high school in 218 jakarta, middle school in madrasah aliyah 13 jakarta and now studying at campus gunadarma is studying information systems.
 
I have 2 sisters, the first sister named rafiq amaliyah ramadhan and the second sister named faiz aisyah zuraidah, the first sister is married and is pregnant with their child and the second brother is already working.

Kamis, 02 November 2017

strategi pengujian perangkat lunak


Dalam strategi pengujianperangkat lunak dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut: Sebuah perangkat lunak dimulai daripenentuan kebutuhan perangkat lunak, kemudian prose dilanjutkan ke dalam bentukrancangan, dan akhirnya ke pengkodean.
Strategi pengujian serupa dengan haltersebut, dimulai dengan unit testing di pusat spiral di mana masing-masingmodul/unit dari perangkat lunak yang diimplementasikan dalam source codemenjadi sasaran pengujian. Kemudian dilakukan integration testing dengan focuspengujian adalah desain dan kontruksi arsitektur perangkat lunak. Selanjutnyadilakukan validation testing dengan sasaran pengujian adalah kesesuaian dengankebutuhan perangkat lunak yang telah ditentukan di awal. Terakhir padalingkaran terluar spiral sampai pada system testing, di mana perangkat lunakdan keseluruhan sistem diuji.
A. PendekatanStrategis ke Pengujian Perangkat lunak

Pengujianmerupakan rangkaian aktivitas yang dapat direncanakan sebelumnya dan dilakukansecara sistematis. Strategi uji coba perangkat lunak memudahkan para perancanguntuk menentukan keberhasilan system yg telah dikerjakan. Hal yg harusdiperhatikan adalah langkah-langkah perencanaan dan pelaksanaan harusdirencanakan dengan baik dan berapa lama waktu, upaya dan sumber daya ygdiperlukan Strategi uji coba mempunyai karakteristik sbb :

a. Pengujian mulai pada tingkat modul yg paling bawah,dilanjutkan dgn modul di atasnya kemudian hasilnya dipadukan

b. Teknik pengujianyang berbeda mungkin menghasilakn sedikit perbedaan (dalam hal waktu)

c. Pengujiandilakukan oleh pengembang perangkat lunak dan (untuk proyek yang besar) suatukelompok pengujian yang independen.

d. Pengujian dandebugging merupakan aktivitas yang berbeda, tetapi debugging termasuk dalamstrategi pengujian.

Validasi dan validasi
Verifikasi dan validasi merupakandua istilah yang sering dikaitkan dengan tahapan pengujian perangkat lunak.Verifikasi mengacu pada serangkaian aktivitas untuk memastikan bahwa perangkatlunak mengimplementasikan fungsi tertentu secara benar, sedangkan validasimengacu pada serangkaian aktivitas untuk memastikan bahwa perangkat lunak yangtelah dibuat sesuai denga kebutuhan konsumen.

Definisi V&V mencakupserangkaian aktivitas dari penjaminan kualitas perangkat lunak (SQA) yangmeliputi kajian teknis formal, audit kualitas dan control, monitoring kinerja,simulasi, studi feasibilitas, kajian dokumentasi, kajian basisdata, analisisalgoritma, pengujian pengembangan, pengujian kualifikasi, dan pengujianinstalasi.

Pengorganisasian Pengujian Perangkat Lunak
Proses pengujian sebuah perangkat lunaksebaiknya melibatkan pihak yang memang secara khusus bertanggung jawab untukmelakukan proses pengujian secara independen. Untuk itulah diperlukanIndependent Test Group (ITG).
Peran dari ITG adalah untuk menghilangkan“conflict of interest” yang terjadi ketika pengembang perangkat lunak berusahauntuk menguji produknya sendiri.
Walaupun seperti itu, sering terjadibeberapa kesalahan pemahaman berkaitan dengan peran ITG, antara lain:
a. Pengembangtidak boleh melakukan pengujian sama sekali. Pendapat ini tidak 100% benar,Karena dalam banyak kasus, pengembang juga melakukan proses unit testing danintegration test.
b. Perangkatlunak dilempar begitu saja untuk diuji secara sporadic. Hal tersebut adalahsalah karena pengemmbang dan ITG bekerja sama pada kesalahan proyek untukmemastikan pengujian akan dilakukan. Sementara pengujian dilakukan, pengembangharrus memperbaiki kesalahan yang ditemukan.
c. Pengujitidak terlibat pada proyek sampai tahap pengujian dimulai. Hal tersebut salahkarena ITG merupakan bagian dari tim proyek pengembangan perangkat lunak dimanaia terlihat selama spesifikasi proses dan tetap terlinat pada keseluruhanproyek besar.

B. Masalah-Masalah Strategis
Masalah-masalah berikut harus diselesaikanbila pengujian ingin berlangsung sukses:
1. Menspesifikasikan kebutuhan produkpada kelakuan yang terukur sebelum pengujian dimulai. Strategi pengujian yangbaik tidak hanya untuk menenmukan kesalahan, namun juga unutk menilai kualitasprogram.

2. Menspesifikasikan tujuan pengujiansecara eksperangkat lunakisit. Sasaran spesifik dari pengujian harus dinyatakandalam bentuk yang terukur

3. Mengidentifikasikan kategori useruntuk perangkat lunak dan membuat profilnya masing-masing. Beberapa kasus yangmenggambarkan scenario interaksi bagi masing-masing kategori dapat mengurangikerja pengujian dengan memfokuskan pengujian pada penggunaan actual produk.

4. Membangun rencana pengujian yangmenegaskan rapid cycle testing. Umpan balik yang muncul dari rapid cycletesting dapaat digunakan untuk mengontrol kualitas dan strategi pengujian yangsesuai.

5. Membangun perangkat lunak yang tangguhyang dirancang untuk menguji dirinya sendiri. Perangkat lunak dapatmendiagnosis jenis-jenis kesalahan tertentu dan mengakomodasi pengujianotomatis dan pengujian regresi.

6. Menggunakan tinjauan formal yang efektif sebagai filter sebekum pengujian.Kajian teknis formal dapat mengungkap kesalahan seefektif pengujian sehinggadapat mengurangi jumlah kerja pengujian.

7. Mengadakan tinjauan formal dapatmengungkap inkonsistensi, penghapusan, dan kesalahan seketika dalam pendekatanpengujian.

8. Membangun pendekatan yang meningkatsecara berkelanjutan untuk proses pengujian. Strategi pengujian harus terukur.Metric yang terkumpul selama pengujian harus digunakan sebagai bagian daripendekatan control proses statistical bagi pengujian perangkat lunak.

C. PengujianUnit

Unit testing (uji coba unit) fokusnya pada usahaverifikasi pada unit terkecil dari desain perangkat lunak, yakni modul. Ujicoba unit selalu berorientasi pada white box testing dan dapat dikerjakanparalel ayau beruntun dengan modul lainnya.


PertimbanganPengujian Unit
Interface modul diuji untuk memastikan bahwa informasisecara tepat mengalir masuk dan keluar dari inti program yang diuji. Strukturdata local diuji untuk memastikan bahwa data yang tersimpan secara temporaldapat tetap menjaga integritasnya selama semua langkah langkah di dalamsuatu algoritma dieksekusi. Kondisi batas diuji untuk memastikan bahwa modulberoperasi dengan tepat pada batas yang ditentukan untuk membatasipemrosesan. Semua jalur independen(jalur dasar) yang melalui struktur controldipakai sedikirnya satu kali. Dan akhirnya penanganan kesalan diuji.


Prosedur Pengujian Unit
sumber telah dikembangkan, ditunjang kembali dandiverifikasi untuk sintaksnya, maka perancangan test case dimulai. Peninjauankembali perancangan informasi akan menyediakan petunjuk untuk menentukan testcase. Karena modul bukan program yg berdiri sendiri maka driver (pengendali)dan atau stub perangkat lunaK harus dikembangkan untuk pengujian unit.

Driver adlprogram yg menerima data untuk test case dan menyalurkan ke modul yg diuji danmencetak hasilnya.

Stub melayanipemindahan modul yg akan dipanggil untuk diuji

D. Pengujian Integrasi

Pengujian terintegrasi adl teknik yg sistematis untukpenyusunan struktur program, pada saat dikerjakan uji coba untuk memeriksakesalahan yg nantinya digabungkan dengan interface. Metode pengujian:

1. Top down integration

Merupakan pendekatan inkrmental untuk penyusunanstruktur program. Modul dipadukan dgn bergerak ke bawah melalui kontrol hirarkidimulai dari modul utama. Modul subordinat ke modul kontrol utama digabungkanke dalam struktur baik menurut depth first atau breadth first.

Proses integrasi:

a. Modul utama digunakan sebagai test driver danstub yg menggantikan seluruh modul yg secara langsung berada di bawah modulkontrol utama.

b. Tergantung pada pendekatan perpaduan yg dipilih(depth / breadth)

c. Uji coba dilakukan selama masing-masing moduldipadukan

d. Pada penyelesaian masing-masing uji coba stub yglain dipindahkan dgn modul sebenarnya.

e. Uji coba regression yaitu pengulangan pengujianuntuk mencari kesalahan lain yg mungkin muncul.

2. Buttom up integration

Pengujian buttom up dinyatakan dgn penyusunan ygdimulai dan diujicobakan dgn atomic modul (modul tingkat paling bawah pdstruktur program). Karena modul dipadukan dari bawah ke atas, proses ygdiperlukan untuk modul subordinat yg selalu diberikan harus ada dan diperlukanuntuk stub yg akan dihilangkan.


Strategi pengujian

a. Modul tingkat bawah digabungkan ke dalam clusteryg memperlihatkan subfungsi perangkat lunak

b. Driver (program kontrol pengujian) ditulisuntuk mengatur input test case dan output

c. Clusterdiuji

d. Driver diganti dan cluster yg dikombinasikandipindahkan ke atas pada struktur program


E. Pengujian Validasi

Setelah semua kesalahan diperbaiki maka langkahselanjutnya adalah validasi terting. Pengujian validasi dikatakan berhasil bilafungsi yg ada pada perangkat lunak sesuai dgn yg diharapkan pemakai. Validasiperangkat lunak merupakan kumpulan seri uji coba black box yg menunjukkansesuai dgn yg diperlukan.

Kemungkinan kondisi setelah pengujian:

1. Karakteristikperformansi fungsi sesuai dgn spesifikasi dan dapat diterima

2. Penyimpangandari spesifikasi ditemukan dan dibuatkan daftar penyimpangan.


Pengujian BETA dan ALPHA
Apabila PERANGKAT LUNAK dibuat untuk pelanggan makadapat dilakukan aceeptance test sehingga memungkinkan pelanggan untukmemvalidasi seluruh keperluan. Test ini dilakukan karena memungkinkan pelanggan menemukan kesalahan yg lebih rinci danmembiasakan pelanggan memahami PERANGKAT LUNAK yg telah dibuat.

Pengujian Alpha

Dilakukan pada sisi pengembang oleh seorang pelanggan.Perangkat Lunak digunakan pada setting yg natural dgn pengembang “yg memandang”melalui bahu pemakai dan merekam semua kesalahan dan masalah pemakaian

Pengujian Beta

Dilakukan pada satu atau lebih pelanggan oleh pemakaiakhir perangkat lunak dalam lingkungan yg sebenarnya, pengembang biasanya tidakada pada pengujian ini. Pelanggan merekan semua masalah (real atau imajiner) ygditemui selama pengujian dan melaporkan pada pengembang pada interval waktutertentu.


F. Pengujian Sistem.

Pada akhirnya PERANGKAT LUNAK digabungkan dgn elemensystem lainnya dan rentetan perpaduan system dan validasi tes dilakukan. Jikauji coba gagal atau di luar skope dari proses daur siklus pengembangan system,langkah yg diambil selama perancangan dan pengujian dapat diperbaiki.Keberhasilan perpaduan PERANGKAT LUNAK dan system yg besar merupakan kuncinya.

Sistem testing merupakan rentetan pengujian ygberbeda-beda dgn tujuan utama mengerjakan keseluruhan elemen system ygdikembangkan.


Recovery Testing

Adalah system testing yg memaksa PERANGKAT LUNAKmengalami kegagalan dalam bermacam-macam cara dan apakah perbaikan dilakukandgn tepat.

Security Testing

Adalah pengujian yg akan melalukan verifikasi darimekanisme perlindungan yg akan dibuat oleh system, melindungi dari hal-hal ygmungkin terjadi.

Strees Testing

Dirancang untuk menghadapi situasi yg tidak normalpada saat program diuji. Testing ini dilakukan oleh system untuk kondisi seperti volume data yg tidak normal (melebihiatau kurang dari batasan) atau fekuensi.

G. Debugging

Debugging bukan merupakanpengujian, namun merupakan konsekuensi dari pengujian yang berhasil. Jikasebuah kasus uji berhasil menemukan kesalahan, maka proses debugging bertujuanuntuk menghilangkan kesalahan tersebut.

Debugging merupakan proses yangsulit untuk dilakukan karena adanya beberapa karakteristik bug seperti:

1. Gejala dan penyebab dari bug bisa sajasangat jauh, gejala dapat muncul pada bagian tertentu dari program danpenyebabnya bisa saja berada pada bagian lain yang sangat jauh dari tempatmunculnya gejala.

2. Gejala dapat hilang ketika kesalahanyang lain diperbaiki

3. Gejala dapat ditimbulkan oleh sesuatuyang tidak salah(mis. Pembulatan yang tidak akurat).

4. Gejala dapat disebabkan oleh masalahtiming.

5. Kemungkinan sulit untuk memproduksikondisi onput secara akurat.

6. Gejala dapat terjadi tiba-tiba.

7. Gejala dapat disebabkan oleh sesuatuyang didistribusikan melewati sejumlah tugas yang bekerja pada prosesor yangberbeda-beda.


Terdapat 3 jenis pendekatandebugging, antara lain:

a. Brute Force

Merupakan teknik yang paling seringdigunakan dan paling tidak efisien dalam mengisolasi penyebab kesalahan. Denganprinsip “biarkan computer menemukan kesalahan”, maka seluruh sumber dayacomputer digunakan dengan tujuan untuk menemukan penyebab kesalahan

b. Backtracking

Merupakan pendekatan yang dimulaidari penemuan gejala kemudian menelusuri balik hingga ke penyebab.

c. Cause Elimination

Dimanifestasikan oleh induksi ataudeduksi dan menggunakan konsep partisi biner. Data yang berhubungan dengankesalahan yang muncul dikumpulkan untuk mengisolasi penyebab. Kemudian dibuatsebuah hipotesis dan data digunakan untuk membuktikan hipotesis tersebut.Daftar rangkaian penyebab yang mungkin dibuat dan dilakukan pengujian untukmengeliminasi penyebab-penyebab tersebut. Jika pengujian menunjukkan kebenaranhipotesis untuk suatu penyebab, maka data diperbaiki untuk mengisolasi bug.Sekali bug ditemukan, bug harus diperbaiki. Namun, perbaikan pada bug dapatmemunculkan kesalahan lain, maka ada beberapa pertimbangan sebelum bugdihilangkan antara lain:

1) Apakah penyebab bug ada pada bagianlain dari program?

2) Apakah “bug yang lain” mungkin terjadipada saat perbaikan dilakukan?

3) Apakah yang telah dilakukan untukmencegah bug pada tempat pertama?

Faktor pengujian perangkat lunak


Pengujian Tahapan Analisis

Pengujian pada tahapan ini lebih menekankan pada validasi terhadap kebutuhan perangkat lunak, untuk menjamin bahwa kebutuhan telah dispesifikasikan dengan benar. Tujuan pengujian pada tahap ini adalah untuk mendapatkan kebutuhan yang layak dan untuk memastikan apakah kebutuhan tersebut sudah dirumuskan dengan baik. Faktor-faktor pengujian yang dilakukan meliputi :

·         Kebutuhan yang berkaitan dengan metodelogi

·         Pendefinisian spesifikasi fungsional

·         Penentuan spesifikasi kegunaan

·         Penentuan kebutuhan portabilitas

·         Pendefinisian antar muka sistem.



Pengujian Tahapan Desain

Pengujian pada tahapan ini bertujuan untuk menguji struktur perangkat lunak yang diturunkan dari kebutuhan perangkat, kebutuhan yang bersifat umum dirinci menjadi bentuk yang lebih spesifik. Faktor-faktor pengujian yang dilakukan meliputi :

·         Perancangan yang berkaitan dengan kebutuhan

·         Kesesuaian perancangan dengan metodologi dan teori.

·         Portabilitas rancangan

·         Perancangan yang dirawat

·         Kebenaran rancangan berkaitan dengan fungsi dan aliran data.

·         Kelengkapan perancangan antar muka.



Pengujian Tahapan Implementasi

Merupakan pengujian unit-unit yang dibuat sebelum diintegrasikan mejadi aplikasi secara keseluruhan. Faktor-faktor pengujian tahap implementasi meliputi :

·         Kendali integritas data

·         Kebenaran program

·         kemudahan pemakaian

·         Sifat coupling

·         Pengembangan prosedur operasi.



Pengujian Tahapan Pengujian

Pengujian pada tahapan ini dilakukan untuk menilai apakah spesifikasi program telah ditulis menjadi instruksi-instruksi yang dapat dijalankan pada mesin/komputer. Selain itu, juga untuk menilai apakah instruksi yang ditulis tersebut telah sesuai dengan spesifikasi program. Faktor-faktor pengujian tahap ini meliputi :

·         Pengujian fungsional

·         Dukungan manual

·         Kemudahan operasi


sumber: https://dimasandree.wordpress.com/category/mata-kuliah/testing-dan-implementasi-si/page/2/

3 Metode Pengujian dalam Perangkat Lunak


1.      White box testing

Adalah cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang.



Pengujian white box

Menggunakan metode desain test case yang menggunakan struktur control desain procedural untuk memperoleh test case. Disebut juga pengujian glassbox. Dengan pengujian whitebox, perekayasa dapat melakukan :

·         Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modul telah digunakan paling tidak satu kali.

·         Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true and false.

·         Mengeksekusi semua loop pada batasan mereka dan pada batas operasional mereka.

·         Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitasnya.

Dengan meenggunakan metode white box, analis sistem akan dapat memperoleh test case yang:

·         menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan sekurang-kurangnya sekali.

·         mengerjakan seluruh keputusan logikal.

·         mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.

·         mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.



Keunggulan dan Kekurangan White Box

Keunggulan

·         Kebenaran program dalam mendefinisikan algoritma dapat diketahui secara langsung dengan pengolahan path.

·         Menentukan kualitas pekerjaan coding dan pengaruhnya untuk standar coding.

Kekurangan

·         Jumlah biaya untuk white box testing lebih besar daripada biaya yang dibutuhkan untuk black box, untuk ukuran software yang sama.

·         Belum mampu melakukan tes ketersediaan, kehandalan, daya tahan beban dan testing – testing lain yang berhubungan dengan kebutuhan faktor – faktor untuk operasi, revisi dan transisi.



2.      Black box testing

Adalah metode pengujian perangkat lunak yang tes fungsionalitas dari aplikasi yang bertentangan dengan struktur internal atau kerja (lihat pengujian white-box).



Pengujian black box

Berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Disebut juga pengujian behavioral atau pengujian partisi. Pengujian black box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian black box berusaha menemukan :

• Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang

• Kesalahan interface

• Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.

• Kesalahan kinerja

• Inisialisasi dan kesalahan terminasi.

• Kesalahan performansi

• Kesalahan inisialisasi dan tujuan akhir

Dengan mengaplikasikan teknik black box, maka kita menarik serangkaian test case yang

memenuhi kriteria berikut :

• Test case yang mengurangi, dengan harga lebih dari satu, jumlah test case tambahan yang harus  didesain untuk mencapai pengujian yang dapat

dipertanggungjawabkan.

•Test case yang member tahu kita sesuatu mengenai kehadiran atau ketidakhadiran

kelas kesalahan, daripada member tahu kesalahan yang berhubungan hanya

dengan pengujian spesifik.



Keunggulan dan Kekurangan Black Box:

Keunggulan

·         Black box testing dapat menguji keseluruhan fungsionalitas perangkat lunak.

·         Black box testing dapat memilih subset test yang secara efektif dan efisien dapat menemukan cacat. Dengan cara ini black box testing dapat membantu memaksimalkan testing investment.

Kekurangan

·         Ketika tester melakukan black box testing, tester tidak akan pernah yakin apakah perangkat lunak yang diuji telah benar-benar lolos pengujian.



3.      Gray box testing

Adalah metode pengujian perangkat lunak yang adalah kombinasi dari Black box testing dan White box testing. Dalam Black box testing, struktur internal dari item yang sedang diuji tidak diketahui tester dan White box testing struktur internal di dikenal. Dalam pengujian Gray box testing, struktur internal sebagian dikenal. Ini melibatkan memiliki akses ke internal data struktur dan algoritma untuk tujuan merancang uji kasus, tetapi pengujian pada pengguna, atau tingkat Black box. Grey-box, berusaha menggabungkan kedua metode diatas, mengambil kelebihan keduanya, mengurangi kekurangan keduanya. Teknik verifikasi modern menerapkan combine-method ini.
sumber: https://johns1987.wordpress.com/2013/11/22/3-metode-pengujian-dalam-perangkat-lunak/